Ikan Sepat Siam, Inilah Penjelasan Lengkapnya

Ikan Sepat Siam, majalahikan.com | Salah satu jenis ikan sepat yang banyak dimanfaatkan untuk keperluan pangan manusia adalah ikan sepat siam ini.

Dalam perdagangan ikan hias, sepat yang memiliki ukuran peling besar diantara jenis sepat lainya ini tidaklah populer seperti kerabatnya, yakni sepat mutiara maupun ikan sepat rawa.

Akan tetapi dalam dunia kail, sepat siam yang masih kerabat juga dengan ikan betok dan ikan cupang ini lebih disukai dibandingakan dengan ikan sepat rawa.

Dalam bahasan ini, tidak memfokuskan dalam satu topik budidaya sepat siam atau misalnya cara memancingnya.

Akan tetapi lebih ke pengenalan sepat siam itu sendiri.

Klasifikasi Ikan Sepat Siam


Gambar Ikan Sepat Siam
Gambar Ikan Sepat Siam

Sepat terbesar ini memiliki nama ilmiah Trichogaster pectoralis. Dalam bahasa Inggris dikenal dengan nama Siamese gourami (Siam adalah nama lama Negara Thailand).

Selain itu, dalam bahasa Inggris ikan ini juga dikenal dengan nama snake-skin gouramy, yang merujuk pada pola warna belang-belang di sisi tubuhnya.

Klasifikasi ilmiah
Kingdom           : Animalia
Filum                 :  Chordata
Kelas                 :  Actinopterygii
Ordo                  :  Perciformes
Famili                : Osphronemidae
Genus                : Trichogaster
Spesies              : T. pectoralis'
Nama binomial : Trichogaster pectoralis 

Sepat siam (Trichogaster pectoralis) adalah sejenis ikan air tawar anggota suku gurami (Osphronemidae). Di Jawa Timur ikan ini juga dikenal dengan nama sliper.

Penyebaran Ikan Sepat Siam


Gambar Sepat Siam

Seperti umumnya ikan sepat, sepat siam ini juga menyukai rawa-rawa, danau, sungai juga parit-parit yang berair tenang; terlebih air yang banyak ditumbuhi tumbuhan air.

Ikan ini sering ditemui di tempat-tempat yang kelindungan oleh vegetasi atau sampah-sampah yang menyangkut di tepi air.

Sepat siam ini juga kerap terbawa oleh banjir hingga mereka masuk ke kolam-kolam serta saluran-saluran air hingga ke sawah-sawah.

Di wilayah Asia Tenggara adalah penyebaran asli sepat ini, terutama di lembah Sungai Mekong di Laos, Thailand, Kamboja dan Vietnam; juga dari lembah Sungai Chao Phraya.

Sepat siam diintroduksi ke Filipina, Malaysia, Indonesia, Singapura, Papua Nugini, Sri Lanka, dan Kaledonia Baru.

Ikan ini dimasukkan ke Indonesia pada tahun 1934, untuk dikembangkan pembudidayaannya di kolam-kolam dan sawah.

Pada tahun 1937, sepat siam ini dimasukkan ke Danau Tempe di Sulawesi dan sedemikian berhasil, sehingga dua tahun kemudian ikan ini mendominasi 70% hasil ikan Danau Tempe.

Dan saat ini sepat siam telah meliar dan berbiak di berbagai tempat di alam bebas, termasuk di Jawa.

Ciri-Ciri Ikan Sepat Siam


Gambar Ciri-Ciri Ikan Sepat Siam
Ciri-Ciri Ikan Sepat Siam

Ikan sepat siam terbesar memiliki panjang total mencapai 25cm, akan tetapi pada umumnya kurang dari 20 cm.

Tubuh siam ini lebar pipih, dengan mulut agak meruncing.

Sirip-sirip punggung (dorsal), ekor, sirip dada dan sirip dubur berwarna gelap. Sepasang jari-jari terdepan pada sirip perut berubah menjadi alat peraba yang menyerupai cambuk atau pecut, yang memanjang hingga ke ekornya, dilengkapi oleh sepasang duri dan 2-3 jumbai pendek.

Rumus sirip punggungnya: VII (jari-jari keras atau duri) dan 10–11 (jari-jari lunak); dan sirip anal IX-XI, 36–38.

Ikan sepat siam liar pada umumnya berwarna perak kusam kehitaman sampai agak kehijauan pada hampir seluruh tubuhnya.

Terkadang sisi tubuh bagian belakang tampak agak terang berbelang-belang miring. Sejalur bintik besar kehitaman, yang hanya terlihat pada individu berwarna terang, terdapat di sisi tubuh mulai dari belakang mata hingga ke pangkal ekor.

Kebiasaan dan Makanan Ikan Sepat Siam

Gambar Kebiasaan Ikan Sepat Siam
Kebiasaan Ikan Sepat Siam

Ikan sepat siam menyimpan telur-telurnya dalam sebuah sarang busa yang dijagai oleh si jantan. Setelah menetas, anak-anak sepat diasuh oleh bapaknya itu hingga dapat mencari makanan sendiri.

Sebagaimana kerabat dekatnya yakni tambakan, gurami, betok dan cupang, sepat siam tergolong ke dalam anak bangsa Anabantoidei.

Kelompok ini dicirikan oleh adanya organ labirin (labyrinth) di ruang insangnya, yang amat berguna untuk membantu menghirup oksigen langsung dari udara.

Adanya labirin ini memungkinkan ikan-ikan tersebut hidup di tempat-tempat yang miskin oksigen seperti rawa-rawa, sawah dan lain-lain.

Akan tetapi, tak seperti ikan-ikan yang mempunyai kemampuan serupa (lihat misalnya ikan gabus, betok, atau lele), ikan sepat tak mampu bertahan lama di luar air. Ikan ini justru dikenal amat mudah mabuk dan lekas mati jika ditangkap.

Makanan sepat siam adalah tumbuh-tumbuhan air dan lumut. Namun ikan ini juga mau memangsa hewan-hewan kecil di air, termasuk ikan-ikan kecil yang dapat termuat di mulutnya.

Baca juga : https://www.majalahikan.com/2018/12/makanan-ikan-sepat.html
loading...

0 komentar