Thursday, 5 July 2018

Fakta Ikan Nila Merah Yang Harus Diketahui Konsumen Dan Petani Ikan Nila

Ikan Nila Merah, majalahikan.com | Dengan internet dalam genggaman menjadikan informasi apapun semakin cepat kita ketahui, begitu juga infomasi tetang ikan nila. Bagi kita yang belum tau tentang ikan nila, tinggal ketik dalam pencarian google maka kita akan menemukan banyak sekali informasi yang disuguhkan oleh google pada kita.

Gambar Fakta Ikan Nila Merah

Misalnya saja kita sebagai konsumen ikan nila butuh informasi akan resep ikan nila merah, maka banyak resep yang akan kita ketahui, atau kita yang mencoba memulai usaha pembenihan ikan nila dan belum tau perbedaan ikan nila jantan dan betina, maka google juga akan memberi solusi dengan hasil pencarian terkait.

Pada tahun 2017 kemaren, banyak informasi yang beredar akan bahaya mengkonsumsi ikan nila, tentunya berita ini akan berdampak buruk bagi petani ikan nila.

Pasalnya, ulasan tersebut menjelaskan cara-para petani yang membuat ikan nila merah cepat besar adalah dengan pemberian pakan jagung maupun pelet, padahal pakan ikan nila liar adalah tumbuhan air atau ganggang.

Selain itu, petani ikan nila juga disudutkan dengan hanya mementingkan keuntungan diri sendiri tanpa memperhatikan kesehatan dan kualitas ikan, tentu ini merupakan pukulan bagi para pembudidaya ikan nila.

Itu hanya sedikit gambaran dampak buruk ikan nila jika kita mengkonsumsinya, lalu apakah benar semua itu? Tentunya kita yang sudah biasa mengkonsumsi ikan nila bertanya seperti itu, bahkan tak jarang yang langsung percaya dan berhenti mengkonsumsi ikan nila.

Lalu bagi para petani ikan nila, sikap apa yang harusnya dilakukan dengan informasi tersebut, mari kita lihat semua faktanya tentang ikan nila maupun ikan nila merah di bawah ini.

Fakta Ikan Nila Merah Yang Harus Diketahui Konsumen Dan Petani Ikan Nila


Gambar Ikan Nila Merah

Banyak sekali macam-macam ikan nila, kita akan mengupas yang jenis ikan nila merah saja. Karena ikan nila merah lebih banyak dikenal para konsumen dari pada ikan nila hitam atau jenis lainya. Dan ikan nila merah super lebih banyak pula dibudidayakan oleh para petani karena memiliki pertumbuhan yang bagus dan juga daya tahan yang bagus pula terhadap penyakit.

Memang ikan nila merupakan jenis ikan konsumsi yang bisa dibudidayakan di air tawar dan air payau. Dilihat dari lokasinya, untuk yang miliki lokasi luas ikan nila dibudidayakan pada kolam tanah atau tambak dan kolam beton, sedangkan untuk yang memiliki lahan sempit maka bisa dilakukan di area sekitar rumah dengan cara budidaya ikan nila dengan terpal.

Semua pembudidaya ikan nila memang benar ingin untung dalam malakukan pemeliharaan ikan nila, sehingga sebelum memulainya mereka akan menganalisa budidaya ikan nila tersebut bisa untung apa tidak, jika tidak siapapun juga tidak akan menekuninya.

Dalam analisa tersebut, pada umumnya petani pemula selain mencari informasi kisah-kisah sukses para pembudidaya ikan nila merah sebagai modal agar semangat, juga semuanya dianalisa, mulai dari kolam ikan nila hingga kepadatan penyebaranya.

Karena dalam pemeliharaan ikan nila, yang membuat pertumbuhan ikan nila pesat bukan hanya pakan, melainkan kepadatan ikan dalam kolam juga sangat berpengaruh.

Jika dikatakan peternak hanya memilkirkan keuntunganya saja, ya memang benar adanya. Hanya saja para petani ikan nila dalam analisa kolam dan kepadatanya juga mengikuti prosedur yang diarahkan oleh Dinas Perikanan dan menerapkan Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB).

Misalnya saja dalam sekala kecil untuk ukuran kolam ikan nila 500 ekor, juga dianalisa oleh petani ikan nila luas kolamnya, agar ikan tumbuh dengan optimal tidak kepadatan ikan.

Jadi, ikan nila cepat besar bukan seperti yang dikatakan informasi yang beredar akan bahaya mengkonsumsi ikan nila karena ikan nila diberi pakan yang tidak sesuai standar kesehatan.

Bahkan jika pembudidaya ikan nila mau untung, bukan hanya sekedar menganalisa kepadatan ikan dalam kolam, suhu air, ph air hingga salinitas air juga dianalisa, terlebih pakan ikan nila sedari awal memang harus matang dalam menganalisanya.

Faktanya para petani ikan nila juga mensiasati ketika harga pakan ikan nila tinggi dengan jenis pakan nila yang alami, yakni daun-daunan.

Jadi apa yang dikatankan informasi yang beredar akan bahaya mengkonsumsi ikan nila karena ikan nila diberi pakan yang tidak sesuai standar kesehatan dan juga tidak sesuai pakan nila di alam liar, juga tidak selamanya benar.

Karena, petani berusaha sekuat tenaga untuk menghemat pengeluaran dengan tetap memperhatikan kandungan protein dalam pakan ikan nila dengan meneliti daun-daun yang memiliki kandungan protein yang tinggi dan bisa menggantikan pakan standar pabrik dan tetap membuat nila cepat besar.

Memang benar petani ikan nila hanya mementingkan keuntunganya sendiri, tapi inisiatif pakan alami ini adalah bukti dalam budidaya ikan nila para petani tidak sembarangan dalam menganalisa, karena sekali salah dalam menganalisa kerugianlah yang akan didapat oleh mereka.

Selain itu, dalam info yang beredar ikan nila kaya akan zat kimia dikarenakan pemberian obat antibiotik agar ikan nila sehat dan anti biotik tersebut bisa menyebabkan orang yang mengkonsumsi ikan nila alergi atau obesitas.

Seperti penjelasan di atas, pemberian pakan dengan daun-daunan selain kandungan proteinya mampu mengimbangi pakan pabrik juga mengandung manfaat untuk daya tahan ikan nila. Jadi pemberian antibiotik bisa digantikan dengan cara memberi pakan alami tersebut.

Selain itu, dalam informasi yang beredar ikan nila juga diberi makan kotoran hewan dan memakan kotoranya sendiri yang tentunya akan berdampak kurang baik untuk kesehatan kita yang mengkonsumsi ikan nila.

Faktanya pemberian pakan kotoran hewan pada ikan nila dijelaskan di negara China bukan di Indonesia, jadi kita sebagai penikmat segala macam resep ikan nila tidak perlu kawatir dengan hasil budidaya ikan nila negara kita Indonesia.

Jika dikatakan ikan nila memakan kotoranya sendiri, itu terjadi karena ikan kekurangan pakan. Lalu kenapa dikaitkan dengan petani yang hanya mementingkan diri sendiri.

Faktanya dalam analisa budidaya ikan nila yang dilakukan oleh petani, pertumbuhan dan perkembangan ikan setiap gram pakan yang diberikan dengan hasil bobot ikan juga dianalisa, maka sangat tidak mungkin ikan nila kelaparan atau kekurangan pakan hingga akhirnya memakan kotoranya sendiri.

Tak hanya berhenti sampai disitu, kita yang doyan banget dengan ikan nila juga dihantui dengan informasi tingginya kandungan asam lemak omega-6 ikan nila dan rendahnya omega-3 dalam ikan nila.

Faktanya ikan nila ( merah ) wikipedia di jelaskan Komposisi ini kurang baik bagi mereka yang memiliki penyakit yang berkait dengan peredaran darah. Lalu bagi kita yang sehat kenapa musti berhenti mengkonsumsi ikan nila seperti yang dianjurkan dalam informasi buruknya ikan nila tersebut.

Itulah fakta ikan nila merah yang seharusnya kita ketahui sebagai pecinta kuliner ikan nila dan tidak langsung percaya dengan informasi yang menyudutkan para petani ikan nila, karena pada dasarnya pertanian ikan di negara kita ini juga diamati dan diawasi oleh Dinas Perikanan.

Tips Membeli Ikan Nila Merah Untuk Konsumen

By Dreamstime.com
Selain rasa nikmat yang kita harapkan, tentunya apa yang kita konsumsi juga banyak manfaatnya untuk tubuh kita. Untuk itu, dalam membeli ikan nila kita juga harus memperhatikan kesegaran ikan.

Untuk membeli ikan nila segar kita bisa mendatangi langsung tempat pembudidaya atau tempat pemancingan ikan nila atau kita bisa beli di pasar swalayan.

Jika kita beli di pasar tradisional, maka kita harus memahami perbedaan ikan segar dan ikan yang kurang segar. Dan tidak langsung tergiur dengan harga ikan nila yang ditawarkan penjual ikan.

Tips Penting Untuk Petani Ikan Nila


Gambar Bididaya Ikan Nila Merah

Untuk sukses dalam budidaya ikan nila, kesabaran dan ulet serta terus selalu belajar ditambah dengan tekad pantang menyerah adalah kunci sukses bukan hanya sekedar modal. Berapapun modal kita jika kita kurang sabar maka hasilnya juga akan nihil.

Impian budidaya ikan nila sebagai sumber mata pencaharian utama pasti menjadi kenyataan jika kita para petani selalu berinovasi dan sabar serta pantang menyerah dalam menekuni usaha perikanan ikan  air tawar ini.

Terlebih kita bisa memasok ikan nila di swalayan-swalayan besar di Indonesia, tentunya harga yang diberikan akan semakin tinggi. Untuk itu, kita sebagai petani ikan harus mementingkan kualitas ikan yang kita pelihara.

Semoga kita selaku penikmat ikan nila bisa menerima ulasan ini dan semoga kita sebagai petani bisa untung dan semakin memiliki kualitas dari tahun ke tahun.

Artikel Terkait

Fakta Ikan Nila Merah Yang Harus Diketahui Konsumen Dan Petani Ikan Nila
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

Silahkan Berkomentar Dan Saling Memberi Inspirasi Serta Berbagi Pengalaman Untuk Kebaikan Kita Dan Ikan Hias Kita Semua