Tuesday, 8 December 2015

Panduan Mudah Dan Lengkap Budidaya Ikan Koi


 Budidaya Ikan Koi


Panduan Mudah Dan Lengkap Budidaya Ikan Koi - Seperti kita ketahui, ikan hias koi adalah ikan yang mahal.

Meraup keuntungan dengan budidaya ikan koi bisa dilakukan oleh siapa saja, seperti yang pernah admin jumpai di kota Kendal, Kecamatan Cepiring, disana ada salah seorang breeder koi sukses benama pak Isdianto.

Belajar dari pengalaman beliau, admin mecoba berbagi  Panduan Mudah Dan Lengkap Budidaya Ikan Koi.

Untuk budidaya ikan koi sangatlah mudah, hanya beberapa tahap yang diperlukan agar sukses dalam berbudidaya ikan koi.

Tahapan - tahapannya mulai dari menyiapkan kolam, memilih iduk yang tepat, pemijahan, penetasan telur, perawatan anakan, serta yang terakhir adalah menyeleksi ikan yang berkualitas.

Untuk sukses dalam berbudidaya ikan koi, langkah demi langkah harus dikuasai dengan benar, berikut langkah - langkah yang musti diperhatikan dengan seksama

Kolam Untuk Budidaya Ikan Koi


Tahap pertama untuk budidaya ikan koi adalah kolam, suksesnya budidaya ikan koi juga sangat tergantung dengan kolam.

Sangat disarankan untuk tidak membuat kolam dari terpal.

Untuk membudidayakan ikan koi ada beberapa kolam yang musti disiapkan

1, Kolam pemijahan

Pembuatan kolam untuk pemijahan idealnya dengan ukuran 3×6 meter serta kedalaman 60 cm dan ketinggian air 40 cm. Atau bisa disesuaikan dengan lahan yang dimiliki.

Yang perlu diperhatikan dalam pembuatan kolam pemijahan adalah

- Kolam terbuat dari bahan semen, seluruh kolam diplester dan dapat di keringkan

- Usahakan kolam mendapat sinar matahari yang cukup

- Adanaya saluran masuk dan keluar

- Pemasangan saringan yang halus pada saluran masuk dan keluar. Ini penting, supaya telur ikan koi tidak hanyut  keluar dan juga terhindar dari hama pengganggu.

- Adanya jeda waktu, maksudnya untuk menghilangkan zat kimia dan juga bau semen serta memutus sikus penyakit, kolam harus dikeringkan / dijemur dahulu sebelum iduk koi dilepaskan kekolam.

- Air harus diendapkan terlebih dahulu selama kurang lebih 24 jam sebelum induk dimasukan ke kolam.

- Adanya kakaban untuk tempat menaruh telur ikan koi

Untuk memebuat kakaban cukup mudah, siapkan ijuk, bilah bambu dan paku.
Tata rapi ijuk dengan panjang 120 cm dan lebar 40 cm lalu jepit dengan bambu dan paku.

Untuk jumlah ijuk bisa disesuaikan dengan besarnya induk betina, untuk induk betina yang beratnya 1 kg, pemberian ijuk baiknya 4 - 6 buah.


Panduan Mudah Budidaya Ikan Koi

ijuk di pasang setelah kolam diisi air,

Selain ijuk, untuk tempat meletakan telur juga bisa dengan tanaman air seperti Hydrilla.

Panduan Lengkap Budidaya Ikan Koi


2, Kolam  Pemeliharaan anakan koi / Pendederan

Kolam ini fungsinya untuk memelihara ikan koi kecil sampai berumur 3 bulan atau biasanya sampai anakan ikan koi panjangnya 15 cm.

Untuk membuat kolam pemeliharaan bisa disesuaikan dengan kondisi lahan, akan tetapi idealnya untuk menampung anakan ikan koi 250 hingga 300 ekor dibutuhkan kolam dengan ukuran 3×4 dan kedalaman kolam 40 cm

Pemilihan Induk Untuk Budidaya Ikan Koi

Tahap kedua dalam budidaya ikan koi adalah pemilihan induk, cobalah perhatikan dan baca langkah demi langkah, kerena sukses dalam budidaya ikan koi akan terasa lebih cepat.

Untuk mendapatkan hasil yang bagus bukan berarti induk harus yang sangat bagus, karena biasanya keturunan tidak terlalu bagus.

Pilih indukan koi yang biasa, yang terpenting indukan masih memiliki sifat - sifat unggul, seperti warna ikan koi yang pekat. Kalau seleksi benih nanti bisa pilih mana yang terbaik.


 ciri - ciri ikan koi yang siap untuk jadi induk :

- Sehat ( tidak cacat, fisiknya prima dan sisik serta siripnya lengkap )

- Jantan minimal sudah berumur 2 tahun dan betina 3 tahun

- Gerakan berenangnya anggun dan seimbang

- Baik induk jantan maupun betina telah matang gonad

Tahap Pemijahan

Tahap pemijahan adalah proses yang sangat menentukan berhasil tidaknya untuk membudidayakan ikan koi,

Pemijahan



Untuk meminimalisir kegagalan dalam proses pemijahan, pejantan harus lebih dari satu. Sediakan indukan jantan 3 atau bahkan 5 ekor.

Setelah semuanya siap, masukan induk betina ke kolam pemijahan terlebih dahulu sekitar jam 4 sore, biarkan beradaptasi dulu dengan kolam pemijahan.

Setelah 3 - 5 jam, masukan induk jantan, pemijahan akan berlangsung pada tengah malam.
Betina akan berenang mengelilingi kolam dan jantan mengikuti di belakang dan sesekali menempelkan badanya pada betina, pada puncaknya betina mengeluarkan telur diikuti pejantan mengeluarkan sperma.

Telur yang telah dibuahi menepel pada kakaban atau tanaman air.

Dan perkawinan selesai pada pagi hari.

Sesegera mungkin pisahkan induk dari kolam pemijahan agar telur- telur selamat, kerena bisa - bisa telur dimakan sang induk kalau tidak dipisahkan.

Tahap Penetasan Larva

Untuk proses penetasan larva ini di butuhkan ketelitian yang akurat terhadap suhu air, karena jika suhu air terlalu dingin larva akan memakan waktu lama untuk menetas, dan telur akan membusuk  jika suhu air terlalu panas.

Idealnya untuk menetaskan telur - telur yang telah terbuahi , suhu air sekitar 27-30 derajat celcius.

Dan juga untuk membuat telur menetas dengan baik kakaban harus terendam air,

Telur akan menetas kurang lebih selama 48 jam, jangan langsung memeberi pakan pada tahap ini, karena larva yang baru menetas masih memeliki cadanagan makanan yang bisa untuk bertahan 3 - 5 hari.

Setelah 5 hari / persediaan makanan habis, berikan pakan hidup seperti kutu air yang telah di saring.

Rekomendasi pakan hidup ini, akan lebih baik ketimbang memeberi pakan dengan kuning telur yang direbus. Karena air akan lebih terjaga kebersihanya dan juga pakan hidup yang lebih dibutuhkan burayak ikan koi.
 Mudah  Berbudidaya Ikan Koi

Pemberian kutu air ini, bisa di ganti dengan cacing sutera ketika burayak ikan koi panjangnya sudah 1,5 cm.

Sedangkan pemberian cacing sutra tidak diberikan lagi ketika burayak sudah berumur 3 minggu.

Pemeliharaan Anakan Ikan Koi

Setelah burayak berumur 3 minggu, lakukan pemindahan pada kolam pemeliharaan / pendederan.

Pakan yang diberikan pelet halus, dan lakukan 2 x sehari, untuk setiap 1000 ekor burayak bisa diberikan 1 ons pelet.


Pemberian pakan berupa pelet kasar bisa dilakukan ketika burayak sudah berumur 3 bulan.
Minimal pemeberian pelet dilakukan 2-3 kali sehari.

Seleksi Ikan Koi / Penyortiran

Untuk menyeleksi bisa dilakukan setelah anakan ikan koi berumur 3 bulan, karena pada umur ini ikan sudah kuat untuk dipindah - pindahkan.

Yang perlu diperhatikan dalam menyeleksi adalah kualitas warna, ukuran, dan bentuk dan jenis.

bibit ikan koi

Untuk menyeleksi kualitas warna koi unggulan, ciri - cirinya sebagai berikut:

  • warna ikan koi yang unggulan adalah yang kontras dan cemerlang, untuk polanya memiliki batas yang jelas
  • Antara warna bagian tubuh kanan dan bagian tubuh kiri, pola warnanya harus simetris
  • Tidak adanya gradasi atau bayangan merah pada pertemuan antara warna merah dan putih

ikan koi unggul

Untuk menyeleksi koi unggulan dalam segi bentuk dan ukuran ciri - cirinya sebagai berikut:
  • Bentuk tubuh ideal, tidak terlalu gemuk pilihlah yang bulat memanjang
  • Garis punggung tidak melengkung apabila dilihat dari atas
  • Ketika berenang seimbang dan tenang
  • Antara bentuk kepala, mata, mulut dan insang musti serasi
  • Sirip perut dan sirip dada sama besar
  • Sirip ekor dan sirip punggung serasi / proporsional dengan panjang dan tinggi tubuh
ikan koi unggulan

Semoga postingan ini bermanfaat, dan jika benar untuk dipraktekan semoga tidak ada kesulitan.
kritik dan saran yang membangun akan sangat bermanfaat bagi admin, salam sukses.


0 comments

Post a Comment

Silahkan Berkomentar Dan Saling Memberi Inspirasi Serta Berbagi Pengalaman Untuk Kebaikan Kita Dan Ikan Hias Kita Semua